Salad Sehat Daun Belah Empat yang Kini Meratap

Seunik rujak cingur, ia dikenal sebagai makanan asli Surabaya. Bedanya, ia tidak bisa ditemui di kota lain.

Selezat gado-gado ataupun pecel, ia pun berwujud sayuran hijau yang kuyup dengan siraman saus yang khas. Bedanya, bahan utama sausnya adalah ubi jalar.

Namun, ia tak seacak gado-gado, yang bahan-bahannya bisa digonta-ganti sesuka hati.

Namun, ia tak semashyur pecel, yang telah memiliki pangsa yang sangat luas di nusantara, mulai dari warung pinggir jalan hingga restauran berkelas.

Kini, ia hanyalah legenda, yang wujudnya pelan-pelan menguap bersama udara. Nyaris tinggal nama.

Sebelum benar-benar hilang, ada baiknya kita jelajahi kuliner khas Suroboyo ini bersama saya dan jelajah gizi. Yang saya sebut dengan “Ia” di atas tidak lain adalah Semanggi Suroboyo.

Apa itu…

Seperti yang saya tuliskan pada judul, makanan ini berwujud menyerupai salad yang terdiri dari dua macam sayuran sehat, yaitu daun semanggi dan tauge.

Bila ada yang belum pernah melihat wujudnya, daun semanggi (Marsilea crenata Presl) adalah gulma yang tumbuh merayap dan bercabang banyak. Daunnya tunggal, tumbuh di setiap ujung batang bertangkai panjang sebanyak empat helai, mirip lingkaran yang terbelah menjadi empat bagian. Tumbuhan yang hidup liar di sawah atau tempat-tempat lembab ini berkembang biak dengan spora. Daun tumbuhan inilah yang kemudian dipetik, dikumpulkan, direbus, lalu ditiriskan bersama tauge. Diberi nama semanggi, bukan semanggi tauge karena memang semanggilah yang menjadi bahan utama, tauge hanya sebagai pelengkap.

Semanggi (Marsilea Crenata Presl)

Cara penyajiannya sangat sederhana, kedua sayuran rebus tersebut diletakkan di atas daun pisang,  biasanya dibentuk pincuk (daun pisang yang ditekuk menyerupai mangkok), kemudian disiram saus warna cokelat muda. Nah saus ini beda dengan bumbu pecel ataupun gado-gado, sebab terbuat dari ubi jalar, yang dilumat bersama kacang tanah, gula merah, dan petis, sehingga lebih pekat dan mengenyangkan. Bila ingin pedas, campur dengan cabe tumbuk sesuai selera.

Cara makan semanggi Suroboyo yang paling maknyus adalah dengan menyendokinya dengan kerupuk puli, kerupuk yang terbuat dari beras, sering juga disebut sebagai kerupuk gendar. Jadi kalau kerupuk pulinya sudah habis duluan, sementara semanggi masih tersisa di pincuk, kita harus meminta kerupuk lagi kepada penjualnya. Tetapi, bagi Anda yang ingin sensasi nostalgia yang lebih ndeso, mintalah suru, yaitu daun pisang yang dilipat dan berfungsi sebagai sendok tradisional.

Sensasi dari krenyes-krenyes gurih kerupuk puli, manis pedas saus ubi, dan kinyis-kinyis adem khas sayuran rebus begitu terasa ketika ditelan. Makan semanggi pun meninggalkan kesan after taste yang …duh, bikin nagih!

 ini dia penampakannya:

Sepincuk Semanggi Suroboyo

Sejarahnya?

Pada zaman dahulu ini sih dongeng banget! :p, kota Surabaya dan sekitarnya memiliki lahan sawah yang luas. Banyak hama dan gulma mengganggu pertumbuhan tanaman mereka.

Untungnya, warga Surabaya terbiasa kreatif dalam mengolah makanan, sampai-sampai semanggi yang biasa dianggap gulma pun dimasak bersama hasil sawah lainnya, seperti ubi jalar, dan tauge. Petis tak ketinggalan, sebab pasta hitam ini memang campuran kesukaan masyarakat sejak dulu. Daun pisang pun tergolong hasil kebun, zaman dulu piring adalah barang mewah sekarang, justru makan dengan daun pisang itu mewah, sarat dengan nostalgia.Untuk kerupuk puli, sejarahnya pun tidak jauh-jauh dari kehidupan masyarakat kita yang sederhana namun kreatif. Pasalnya, nasi yang sudah mengering tidak habis dimakan, akan kembali dikukus, lalu dilumatkan bersama bawang putih dan garam serta obat puli. Kemudian adonan tersebut dibentuk lonjong-lonjong, diiris, dijemur, lalu digoreng.

Dulu, semanggi Suroboyo begitu dekat dengan masyarakat, begitu mudah didapat.Sampai-sampaidijadikan lagu langgam kesukaan warga. Coba simak lagu sekaligus deretan kata-kata yang menjadi lirik lagu berjudul Semanggi Suroboyo, berikut:

ini lagunya:  [semanggi-suroboyo]

                                                           ini liriknya:

“Semanggi Suroboyo

Lonthong Balap Wonokromo

Dimakan enak rasanya

Beli beli..Sayur semanggi, krupuk puli

Bung beli…

Harganya sungguh murah

Sayur semanggi Suroboyo

Dijual serta didukung masuk kampung, keluar kampung

Bung beli…

Sungguh sedap oh bumbunya dan enak rasanya

Sayur semanggi, tahu yang dicampurny a tidak lupa tempenya

Mari Bung mari beli

Sepincuk hanya setali

Pasti memuaskan hati

Mari beli sayur semanggi

Bung beli…”

Lagu tersebut diciptakan pada masa panggilan Bung sedang menjadi tren. Dulu, harganya masih setali (satu tali, ukuran uang zaman dulu), yaitu setara dengan 25 sen saja. Murah sekali. Kalau sekarang, sepincuk atau seporsi semanggi dihargai Rp 5.000,- saja, sedangkan di pujasera kartika harganya Rp 8.500,-.

Semanggi, Nasibmu Kini…

Penjual semanggi kini tidak mudah lagi dijumpai seiring kelangkaan tanaman semanggi, sebab persawahan semakin habis untuk beragam pembangunan di Surabaya.

Sebagian besar penjual jajanan ini berasal dari Desa Kendung, Benowo, wilayah pinggiran Surabaya yang berbatasan dengan Gresik. Di kampung ini terdapat satu rukun tetangga sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai penjual semanggi keliling. Setiap pagi, mereka berangkat secara berkelompok menuju ke Surabaya dengan naik angkatan umum. Sampai di Jalan Kupang, Surabaya, mereka berjualan semanggi secara berkeliling masuk-keluar kampung. Hanya sedikit yang mangkal di satu tempat.

Sepanjang sejarahnya, olahan sederhana daun belah empat ini  belum sempat disebut sebagai semanggi dari kota selain Surabaya. Misal sebagai Semanggi Solo kalau Solo adanya serabi yaah!, Semanggi Jakarta itu sih nama jembatan, bukan makanan, Semanggi Malang cwimie kali, bukan semanggi.

Meski namanya melekat erat dengan Surabaya, nyatanya tidak semua warga kota pernah mencobanya. Ada yang belum pernah mencoba bahkan mendengar nama makanan ini sama sekali. Ada yang pernah sekali mencoba, tetapi ketika ingin kembali mencoba, sulit untuk bertemu penjual semanggi yang memang identik dengan berkeliling, masuk-keluar kampung. Bahkan, ada yang ekstrim untuk sengaja meluangkan waktu untuk berburu penjual semanggi. Sayangnya, peminatnya tidak sebesar peminat nasi pecel.

Penjual semanggi keliling, sejak lagu Semanggi Suroboyo diciptakan hingga sekarang, masih tetap melakukan rutinitas yang sama: berkeliling masuk-keluar kampung dengan nada meninggi “Ngiii….Se..mangg…giiiiiii!!!”

“Sejatinya, semanggi telah melegenda dengan caranya: disunggi, dijajakan dengan berteriak “Se..mang..giii!!” menggunakan nada tinggi masuk-keluar kampung.”

Nutrisinya?

Cukup untuk pembahasan seluk beluk sejarah dan wujud semanggi. Sekarang saatnya menilik nutrisi yang terkandung dalam sepincuk semanggi. Simak ya, sebab ini adalah bukti betapa sehatnya salad asli Suroboyo ini.

semanggi

Dibalik segala kesederhanaan hidupnya yang liar, semanggi memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Bila dirinci dalam bentuk tabel, inilah daftar kandungan nutrisi semanggi:

Kandungan

dalam keadaan segar

setelah dikukus

Air

89,2%

87,92%

Abu

14,2%

4,38%

Protein

39,63%

26,74%

Lemak

2,62%

2,48%

Serat

20,77%

9,27%

Vitamin C

66,58mg/100g

55,29 mg/100g

Betakaroten 3

3,3 μg/g

2,08 μg/g

Karoten

73,78 μg/g

42,10 μg/g

Kandungan kaya nutrisi ini membuat semangi dipercaya berkhasiat tinggi. Di antaranya adalah berfungsi sebagai penurun panas, sembuhkan darah tinggi, memulihkan sesak nafas, obat bagi orang yang tidur mendengkur, bagi yang sakit gigi dapat dijadikan sebagai obat kumur. Semanggi juga disebut mengandung isoflavon, zat aktif yang mengandung hormon esterogen nabati. Bila dikonsumsi secara teratur, daun semanggi dapat melindungi tubuh dari gejala klinis yang muncul sebelum dan saat mengalami menopause serta meningkatkan kualitas tulang hingga terhindar dari osteoporosis. Selain itu, berkat kandungan nutrisinya, mengonsumsi semanggi dapat melindungi tubuh dari perkembangan sel kanker payudara, tuberkolosis, juga mengurangi resiko kanker getah bening.

tauge

Banyak sekali masakan Jawa Timur yang menggunakan tauge sebagai pelengkapnya. Namanya juga pelengkap, kalau tidak ada, pasti rasanya jadi kurang giman gitu kan ya? Kandungan nutrisi tauge cukup tinggi. Dikenal sebagai sumber asam amino esensial yang potensial. Selain itu, karena bakal tumbuhan kacang-kacangan, tauge pun berpotensi mengandung vitamin E sehingga dapat membantu melindungi tubuh dari radikal bebas serta mencegah penuaan dini. Kandungan air dan seratnya membantu memperkuat tubuh kita untuk memerangi kanker.

Kandungan lainnya yang tak kalah penting adalah saponin, yang dapat menghancurkan lemak jahat. Untuk itu, orang yang berisiko stroke dan serangan jantung dianjurkan mengkonsumsi tauge secara teratur.

Bakal tanaman ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya yang paling terkenal adalah meningkatkan kesuburan. Selain itu, bagi penderita hipertensi, tauge juga mampu mengatasi salah satu penyakit degeneratif tersebut.

ubi jalar

Ubi yang digunakan untuk saus semanggi adalah ubi putih sebab manisnya pas untuk bumbu bila dibandingkan ubi ungu atau kuning. Kandungan nutrisi dalam ubi juga tak kalah mengesankan. Bahkan, ubi sempat dinobatkan sebagai juara satu dalam kompetisi kekayaan nutrisi kelompok sayur-sayuran yang diumumkan oleh Asosiasi Nutrisionis Amerika Serikat. Kaya karbohidrat kompleks sehingga energi yang kita serap terlepas secara berkala, tidak sekaligus. Setiap butir ubi jalar ukuran sedang mengandung vitamin A sebanyak dua kali lipat dari yang disarankan untuk dikonsumsi tubuh kita.Ubi jalar mampu memenuhi 42% vitamin C yang kita butuhkan. Kandungan beta karotennya 4x lipat dari yang tubuh kita butuhkan. Kalorinya hanya 130-160, kandungan glikemiknya pun rendah.

Banyak pakar menyebutkan bahwa ubi jalar cocok untuk dijadikan ransum penderita diabetes, serta makanan pengganti nasi bagi yang sedang menjalankan diet atau mnejaga berat badan.

cabe

Zat capcaisin dalam cabe tidak hanya sekadar membuat buah ini memiliki candu yang kuat untuk terus merasakan sensasi pedasnya yang menyengat, cabe pun memiliki kandungan nutrisi lain yang kaya manfaat, di antaranya adalah vitamin C  dosis tinggi dan betakaroten (provitamin A), kalsium, dan fosfor. Sesuai yang dipaparkan dr. Pauline Endang, M.S., SpGK, dokter spesialis gizi klinik RSUP Fatmawati, inilah manfaat cabe bagi kesehatan:

Kandungan zat capcaisin dalam cabe mampu:

  1. merangsang produksi hormon endorphin dalam tubuh, yaitu hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat sehingga nafsu makan menjadi bertambah
  2. menimbulkan rasa pedas menyengat pada cabe, efeknya dapat mengencerkan lendir yang menyumbat hidung. Oleh sebab itu, cabe dapat menjadi pereda pilek yang baik, tapi bila Anda tidak pilek namun mengonsumsi cabe dalam porsi cukup banyak maka lendir dalam hidung pun pelan-pelan mengalir dengan sendirinya
  3. meningkatkan metabolisme tubuh, hasilnya badan terasa lebih segar karena mengeluarkan keringat bahkan mengusir kantuk
  4. membunuh sel kanker tanpa merusak sel jaringan dalam tubuh

Kandungan vitamin C dosis tinggi bermanfaat sebagai:

  1. membuat aliran darah lebih cepat sehingga meningkatkan metabolisme tubuh. Alhasil, badan menjadi segar karena mengeluarkan keringat dan mengusir kantuk.
  2. Antibiotik, yang mampu meluluhkan bakteri dalam tubuh.
  3. Lancarkan buang air besar
  4. Menghilangkan radang seperti sariawan lebih cepat

Adapun kandungan minyak asiri membantu mencegah kembung pada perut, sebab mengandung minyak asiri yang dapat menarik asam lambung ke dalam dan mengeluarkan angin dari tubuh.

petis

Dalam 100 gram pasta hitam yang terbuat dari udang atau ikan ini mengandung nutrisi cukup tinggi. Akan tetapi, biasanya, penggunaan pasta ini biasanya hanya membutuhkan sedikit saja. Hanya untuk penambah cita rasa

Nutrisi petis per 100 gr

protein

15-20 gr

kalsium

37 mg

fosfor

36 mg

zat besi

3 mg

kencur

Perlu sedikit ruas kencur untuk membuat saus semanggi lebih beraroma segar. Selain menambah cita rasa, kencur pun turut menyumbangkan aneka nutrisi, seperti komposisi pati (4,41%), mineral (13,73%), dan minyak asiri (0,02%). Khasiat bumbu dapur ini jangan lagi diragukan, sebab sejak dulu kencur dijadikan jamu atau obat tradisional yang ampuh melawan bakteri, obat radang lambung, batuk diare, haid, penghilang lelah, dan sebagainya.

Saya dan Sepincuk Semanggi..

Saya baru pertama kali makan semanggi ya.. awal minggu ini (akhir Oktober 2012). Saat itu, saya berencana membeli sayur bumbu pecel, tanpa nasi. Namun, sebelum sampai parkir, teman saya melihat ibu-ibu menggendong bakul yang dari jauh tampak tinggi. Jauh sebelum itu, saya sempat membaca buku Monggo Dipun Badhog yang memuat makanan Surabaya tempo dulu, salah satunya semanggi Suroboyo.

Saya pun penasaran dan tertarik. Akhirnya, saya dan teman saya memanggil ibu penjaja semanggi, minta dibuatkan seporsi. Ketika ditanya “pedes atau sedang2 saja?”, dengan cepat saya menjawab “pedasnya sedang saja”. Ah! ternyata standar pedas ibu penjual dengan saya jauuuh! huhah!. Saran saya, kalau mau beli semanggi, cabe tumbuknya ambil sendiri saja, ambil sesuai selera, biar tambah maknyus!

Namun, benar saja, rasanya cukup mengenyangkan, Rp 5.000,- porsinya, bagi saya, cukup besar. Ha-ha-ha. Selain pedas yang menyengat, yang saya paling ingat adalah sensai adem saat ditelan dan after taste-nya yang ngangeni.

ini foto ibu penjualnya:

Di Pinggir Jalan Ngagel Madya

ini video prosesi peracikan semanggi (via Youtube):

[Membeli Semanggi]

Bagaimana?

Mau coba juga? kelihatannyamudah lhoo.. saya sempat browsing resepnya di sini.

Apa mau coba sendiri sensasi makan semanggi dari ibu-ibu penjaja semanggi keliling? Mampir dulu dong ke Surabaya 8-)

Jelajah Gizi

Ayo, ikutan!

Daftar Referensi

  • Widodo, Dukut Imam. 2011. Monggo Dipun Badhog. Surabaya: Dukut Publishing.
  • IPB Scientific Repository: Analisis mikroskopis dan vitamin semanggi air marsilea crenata presl (marsileaceae)

 (http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/14213)

  • Kekayaan Ubi Jalar:

http://www.femina.co.id/diet/nutrisi/kekayaan.ubi.jalar/003/001/10

  • Lagu  Calung Semanggi Suroboyo:

http://www.youtube.com/watch?v=1KpBUg8IUC0&playnext=1&list=PLE4DC0BAC7D8A9A53&feature=results_video

  • Manfaat Cabe:

http://indonesiarayanews.com/news/kesehatan/10-08-2012-13-10/inilah-10-manfaat-cabai

  • Manfaat Tauge:

http://www.melindahospital.com/modul/user/detail_artikel.php?id=1931_Manfaat-Tauge-

  • Obat Herbal: Manfaat Daun Semanggi

 (http://herbalku-obat.blogspot.com/2012/02/obat-herbal-manfaat-daun-semanggi.html)

  • Surabaya Post :

(http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=1758fd448c6a437c5cdf295ed507be06&jenis=d41d8cd98f00b204e9800998ecf8427e)

  • Semanggi Suroboyo Datang dari Benowo

(http://intisari-online.com/read/semanggi-suroboyo-datang-dari-benowo)

#jelajah gizi

#nutrisi bangsa

#semanggi

#semanggi suroboyo

#marsilea crenata presl

Akan ada: Kisah Bapak Supir dan Angkot Tua-nya

Tadi malam, saya naik angkot. Seperti biasa, bila ada kesempatan, saya memilih duduk di kursi paling depan, bersebelahan dengan bapak supir. Entahlah, sejak kemarin, saya selalu tertidur di angkot. Mata tak sanggup merasa segar saat kepala terbelai semilir angin jalanan malam hari. Ah, aku hanya membatin. Semoga saya tidak kebablasan, toh kebablasan pun sebenarnya tidak masalah, sebab ujung perjalanan bersama angkot ini tetap akan mempertemukan saya dengan angkot selanjutnya menuju rumah.

Saya terjaga setiap kali ingat saya berada di atas angkot. Saat itu juga saya melirik ke arah luar, sudah sampai jalan mana? masih jauhkah? dekatkah dengan lokasi berhenti saya? hmm.. Saya pun selalu menyempatkan melirik ke penjuru tempat duduk penumpang, sekadar memastikan ada berapa penumpang sekarang? bertambahkah? tetap? atau tinggal aku sendiri? Kalau isinya ternyata sedikit, atau hanya tersisa saya sendiri, saya selalu ingat, sembari mengantuk saya diam-diam merapal doa agar segera ada tambahan penumpang. 

Saya akan ikut girang dan segera bersyukur memuji Tuhan, bila di depan ada tangan calon penumpang melambai memberi tanda ingin naik juga. Meski kasihan bila kursi penumpang kosong, saya tidak bisa memberi bayaran lebih untuk setiap angkot yang saya tumpangi. Tapi, setidaknya ada rapalan doa yang tulus untuk bapak supir yang urat dan kerut wajahnya telah menguat. Matanya yang sayu, peluhnya seharian yang mengkristal bersama bajunya yang tampak lusuh, seolah memaksa saya, berdoa, berharap ada ukiran senyum bahagia setiap kali saya membayar jasanya. Itu.

***

Khusus malam ini, saya terbius angin malam. Tidur. Sampai ketika bel angkot dibunyikan oleh penumpang belakang, saya terjaga. Mata sedikit nyala. melihat ke arah belakang, kursi masih juga banyak yang kosong. Kurang lebih hanya berisi tiga. Jika tiga dikalikan Rp 3.000,- sekali jalan, dengan rute yang panjang, maka untung yang didapat kemungkinan sangat kecil. Bayangkan, sekali jalan biasanya bapak supir harus mengeluarkan Rp 20.000,-, minimal. Ini? Rp 9.000,- saja?

Saat masih ngantuk, saya ikut mikir berapa rupiah yang kira-kira ia bawa pulang kalau sepi begini. 

Bapak supir pun tampak suntuk, tapi ia tampak menjaga keramahan raut wajahnya. Ia melirik sana-sini, melempar pandangan ke arah gerombolan pemuda di pelataran Plaza Surabaya, berharap ada yang bergegas menuju mobilnya. Sayangnya, mereka hanya melirik tajam, itu pun sekilas.

Diam-diam, saya ikut menghembuskan napas panjang. Saya sok ikut pusing, masa iya sesepi ini. Saya tidak protes meskipun mobil berhenti cukup lama, toh saya tidak sedang diburu siapa-siapa. 

Akhirnya, ada dua-tiga tambahan. Mobil pun melaju. Saya kembali terbelai angin, kembali terlelap colongan. Bel kembali ditekan, saya terkesiap. Pandangan masih kabur, mobil angkot menepi dengan sigap dengan maksud degera menurunkan dan menghampiri lambaian tangan anak-anak gadis. Saat mata saya yang buram mulai jernih, saya kembali bersyukur, gerombolan gadis itu akhirnya melambaikan tangan, sesuai harapan. Mereka ber-enam! ber-enam! Coba hitung! Uang yang akan dibawa bapak supir pulang akan melebihi uang bensin! Mata baru jernih dan dalam hati belum selesai bungah, tiba-tiba saya cukup shock saat angkot benar-benar berhenti. Pasalnya, ada tangan di depan saya memanjang, menyodorkan sejumlah uang untuk membayar. Ah, kukira apa!

“Terima kasih” ucap bapak supir pelan diselingi senyuman.

Setelah seorang ibu yang baru saja membayar ongkos angkot itu pergi, giliran gerombolan gadis itu masuk. Ingat mereka ber-enam! kursi belakang nyaris penuh! :D

Bapak supir pun tampak sangat senang. Segera ia menhidupkan kembali mesinnya. brmmm… brmmm…. blep! mati. Lagi. brrrmm…brmmm…brmmmmm…belp. kembali mati. brmmm…….belp.

“Ah! ini pasti ka-entekan (kehabisan) bensin!” sergahnya panik.

ia tidak menyerah, kembali mesin mobil angkot tuanya dinyalakan.

brmmmmm…brmmmm…brmmm….ck! 

Ia sempat menoleh kanan-kiri. Panik. Matanya mencari botolan bensin ecer, sebab di daerah itu tidak ada pom bensin umum. Lagi-lagi, ia bergegas. Ia buka pintu mobil tuanya, tanpa menutupnya kembali ia lari menyeberang jalanan yang cukup padat malam itu. Ia menyeberang dua jalur jalan untuk membeli bensin. Cukup lama. Aku sempat memperhatikan gestur tubuhnya yang ingin cepat mengisi bensin ke dalam tubuh angkot tuanya.

Sementara, ada dua pemuda yang bertanya padaku, ke mana bapak supirnya? aku jawab: beli bensin sebentar, aku jawab sekenanya. Mereka pun masuk. Ternyata penumpang baru itu teman dari penumpang yang sudah lebih dulu naik angkot ini.

Bayangkan, kursi penumpang yang nyaris penuh tadi ketambahan dua orang lagi! Ah! tetaplah di situ penumpangm kita tunggu dengan sabar baoak suoir yang sedang berjuang untuk perjalanan kita!.sabarlah, hargai niat dan tindakan baik bapak supir itu, batinku berkata.

Setelah dapat bensin, bapak supirpun lari. Kembali menyeberang dengan buru-buru dua jalur ramai tersebut. Badannya yang gemuk dan cukup tua itu tampak sedikit kepayahan berlari.

Ia kembali dengan senyum penuh harap dan bergerak gesit mengisi tangkinya dengan bensin satu jerigen kecil yang baru ia dapatkan.

Selesai diisi. ia kembali. Menutup pintu yang sebelumnya terbuka. Memasukkan kunci dan…. brmmmm! brrrmmmm! brmmmmmm…nyala!

kami mulai lagi perjalanan yang sempat tertunda. Lalu, blep! kembali mati. Jaraknya tidak ada 5 meter dari tempat berhenti tadi. Mobil dalam keadaan melintang nyaris menghalangi jalan raya bagian khusus roda dua dan angkutan umum.

Apa yang sebenarnya terjadi? Entahlah. Hanya bapak supir dan Tuhan yang tahu. Tapi, nampaknya bapak supir pun belum tahu jawabnya. Nyatanya, raut wajahnya kembai kecewa. Kecewa dengan mobil tuanya. begitu pun aku. yang diam-diam ikut pilu, banyaknya penumpang yang ia harapkan sudah ada, bahkan hampir memenuhi isi mobil. Sayangnya, ia nyaris tak punya pilihan. Mungkin masih tersisa dua, meminta penumpang bersabar dan ia terus mencoba menyalakan mesin tuanya. Kedua, memindahkan SEMUA penumpang yang memang belum membayar ke MOBIL ANGKOT YANG AKAN LEWAT SELANJUTNYA. Artinya, ia tidak akan menerima bayaran.

Aku yang duduk di depan cuma bisa diam. Lagi-lagi hanya bisa diam dan diam-diam berdoa semoga segera bisa kembali jalan. dan…

Lihat! Bapak supir keluar, pintu dibiarkan terbuka. apa yang ia lakukan? Tubuhnya yang gemuk tapi nyaris tampak renta itu mendorong mobil dari sebelah kursi kemudinya. mobil angkot tua itu penuh penumpang.

Ketakutan kehilangan penumpang sangat tampak di setiap dorongannya yang nyaris mustahil dilakukan bapak seusianya. Biasanya, penumpang diminta turun sebentar, tapi bapak supir itu berkeras.

Tidak hanya sekali, berkali-kali ia dorong. Aku sempat bertanya ke bapaknya, saya lebih baik turun sebentar, sekalian penumpang lain, biar bapak lebih enteng mendorongnya. Bapak supir pun dengan pelan, jangan. 

Sesaat setelah dorongan keempat, akhirnya bapak supir menyerah. Bisa jadi, sebagai antisipasi omelan penumpang yang tidak sabaran. Bapak supir pun menoleh ke belakang, melihat-lihat apakah ada angkot penggantinya yang lewat. Sebelum aku turun, aku sudah menyiapkan uang bayaran. Lebih baik aku bayar bapak supir ini juga, sebab bagaimanapun beliau sudah mengantar saya sejauh ini, menjaga saya yang terlelap secara colongan di sebelahnya dengan begitu aman. 

Namun, sebelum saya membayar, penumpang tepat belakang kursi kemudi bapak supir, seorang mbak-mbak berhijab lebih dulu menyodorkan ongkos untuk bapaknya. bapak supir pun benar-benar terharu. Ia tampak sungkan menerima bayaran. Aku pun menyusul mbak-mbak hijab itu. Tanpa diduga, penumpang lain ikut serta membayar ongkos kepada bapaknya.

Setelah itu, aku memutuskan untuk pindah mobil seperti yang telah disarankan bapak supir. Aku tak ngantuk lagi. Mataku tertuju pada setiap gerakan bapak supir yang terus berkeras membetulkan satu-satunya alat mata pencahariannya. Aku kembali duduk di sebelah kursi bapak supir. Di posisi ini, aku memandangi dan kembali merapal doa agar bapak supir senantiasa diberi kemudahan setelah mengalami kejadian hari ini.

Aku melihat upayamu, pak! aku merasakannya begitu kuat. Benar-benar, aku tersentuh dengan usahamu. Luar biasa, pak! bertahanlah, karena Tuhan itu ada. Ia akan memeluk setiap inginmu, pak.  

*pengalaman tadi benar-benar menggetarkan, efek raut wajah, perawakan, dan upaya bapak supir tadi malam. sampai-sampai sama sekali tidak terasa aku sudah menulisnya sepanjang ini :’)

1 note

#kisah

#angkutan tua

#angkot

#words

#story

Semakin - Menua - Semakin

Awalnya sih buka-buka recent image-nya @zaskiaadyamecca , yang katanya punya baby cantik dan lucuuuuuuk banget. Lama-lama kok ya keterusan kepo-nya (—-__—-)

Tapi, dari situ aku temukan fakta.

1. Iya, anaknya si Zaskia emang cantik! lucuuuk!

2. Yaiya si Zaskia cantik, lah anaknya aja sebegitunya. Aku akui. dem!

Itu fakta umum, sebenarnya uda pada tau kali ya. Tapi, fakta berikutnya nih.. nyoh:

3. Saat lagi asik2 kepo, lah kok nemu foto Slamet Raharjo, berpose seolah2 perut tambunnya disentuh Zaskia. Bukannya mau bilang vulgar. Aku sih ngerasa merinding gitu. Ada sosok legendaris di situ. Betapa menyenangkan bisa sedekat itu dengan sang legend. Terus juga waktu lihat foto yang ini nih:

Slamet Raharjo, Indonesian Legend Actor

4. Ada penyesalan, kenapa waktu masih di Metro TV aku ngga melipir ke Studio pas tapping Sentilan-Sentilun. Ya kan, biar bisa merasakan aura sang legenda secara live :’(

5. Diam-diam berharap, pengen ketemu sama Slamet Raharjo :)

6. Langsung berdoa, mengamini harapanku barusan. Amin ya Rabb! Amin! :*

#words

#opinion

#legend

#Slamet Raharjo

13 Oktober

No Bra Day

Ada yang mengatakan, kalau 13 Oktober itu perayaan hari tanpa bra. Hm.. ini pasti ditujukan bagi para wanita yang kesehariannya nyaris ditemani kain berpengait yang melingkari dadanya.

Konon, ini adalah salah satu cara bebas kanker sekaligus penanda wanita ingin sebebas pria. Tanpa bermaksud memaksakan, saya sama sekali belum merasakan something untuk turut merayakannya.

Ah sudahlah, tapi yang jelas pada tanggal yang sama, saya merayakan setahun menjadi sarjana. Tepat pada tanggal ini, jam 11 menjelang siang, saya dinyatakan lulus. Masih lekat, masih pekat, masih rekat kenangan itu. Masih mendalam ingatan saya tentang rentetan kisahnya. Anyway, saya selalu mengucapkan terima kasih, kepada setiap rekan juga pasangan saya saat itu, yang setia dan baik hati demi kelancaran ujian skripsi saya.

Teman kos Sagan 858: Susanti, Ayum chan, Bibi Babo, Master Melya.

Pacar mas pacar: Mas encim alias victor

Teman sekelas: Dhanar Widyanto, Diani Ariati, Rissa Maisyari, Indah Rosmawati, dkk

Thankies!! :*

Ada lagi, tepat tanggal 13, setiap bulannya, ada perayaan kecil antara saya dan victor. :)

Hai Oktober, Selamat tanggal 13!

#13

#you

#nomention

#words

#no bra day

#sarjana

Seperti balon-balon udara yang memenuhi langit kota, namamu beterbangan. senyummu dan tawamu di awang-awang. memenuhi kepalaku.

Seperti balon-balon udara yang memenuhi langit kota, namamu beterbangan. senyummu dan tawamu di awang-awang. memenuhi kepalaku.

(via curlytweets)

1,470 notes

#words

#Draw

#sketch

Maudy Ayunda di Hutan

Bening. Sesekali terdengar liukan cengkok-cengkok pendek namun tetap terkesan manis. Layaknya riak air sungai, liukan cengkoknya itu perlu sebagai penambah syahdu yang khas. Itulah deskripsi saya tentang suara penyanyi pendatang baru favorit saya: Maudy Ayunda. Suaranya adalah mata air di tengah hutan. Mata air yang baru ditemukan oleh sekelompok petualang. Ia segar dan memuaskan dahaga. Air itu kemudian dibagikan pula kepada warga sekitar yang berlalulalang.

Petualang hutan adalah pengibaratan dari Dewi “Dee” Lestari dan rekan-rekan film Perahu Kertas, yang telah menemukan sekaligus melesatkan potensi besar Maudy Ayunda kepada kita semua, pecinta musik tanah air. Warga sekitar hutan adalah kita, penikmat musik, pereguk setiap nada. Hutan sendiri adalah negeri kita, yang dijejali industri musik.

Benar saja, suara manis nan merdu solois baru ini seolah mengisi kembali ruang-ruang hampa yang sempat sesak oleh suara keroyokan girlband dan boyband akhir-akhir ini. Saya pribadi hampir putus asa untuk mengikuti perkembangan musik tanah air akhir-akhir ini. Jenuh. Yang dipermukaan –maksudnya dalam pasar/media/on air – seringkali yang begitu-begitu saja. Yang memang bagus, yang memang memiliki musikalitas bagus justru ada di balik layar, hanya sebagian saja yang tahu. Perlu biaya bahkan usaha tertentu untuk dapat menikmati musik “bagus”.

Sejujurnya, saya lebih banyak mengisi playlist saya dengan musisi luar negeri, khususnya jazz, yang dominan lagu standard. Artinya, hampir tidak ada kebaruan lirik yang saya dengar, hanya improvisasi demi improvisasi yang sering mencengangkan juga menyenangkan telinga saya.

Tidak banyak nama musisi dalam negeri yang lagunya sering saya putar, nyaris kesemuanya pemain lama dan pemain sangat lamaaa J, seperti Glenn Fredly, Monita Tahalea, Kahitna, The Groove, dan Sheila on 7. Tapi, sejak kemunculan Maudy Ayunda yang membawakan OST. Perahu Kertas, saya kembali berbahagia. Satu lagi musisi baru negeri yang lagunya masuk dalam playlist saya. Artinya, kepercayaan saya kembali menguat terhadap masa depan musik dalam negeri yang lebih baik. Lebih berwarna.

Tak berhenti di judul Perahu Kertas, Maudy juga membawakan judul-judul lagu lain yang dikemas apik dalam album “Panggil Aku”. Album ini memuat deretan lagu khas remaja berbalut suaranya yang mengalun tepat – lagu mellow seperti “Aku atau Temanmu” tetap syahdu, lagu nge-beat seperti “Tiba-tiba Cinta”juga merdu.

Maudy Ayunda, coba aku nyanyiin lagu kamu buat kamu, ya..

Ku bahagia, kau telah terlahir di dunia. Dan kau ada di antara milyaran manusia. Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu…

Selamat datang di hutan, belantara industri musik Indonesia. Tetaplah konsisten menjadi mata air yang menyegarkan di hutan. Tetap bening, mengalir, bukan malah tersedot habis tak bersisa.

 

#Note2Write

#Samsung

#words

#notes

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Pramoedya Ananta Toer

1 note

#words

#pramoedya ananta toer

#menulis

#writer

#my passion

pada akhirnya, kehangatan yang akan mengaliri nadimu, salah satunya adalah dari kawan terbaikmu..

pada akhirnya, kehangatan yang akan mengaliri nadimu, salah satunya adalah dari kawan terbaikmu..

(via curlytweets)

3,024 notes

#old friends

#painting

#coffee

#books

#warmth

#warm

Tentang yang Tak Lekang; G30SPKI ›

Acara: Seminar G/30/S/PKI.
Waktu: 30 September 2012.
Lokasi: Linimasa Twitter.
Penggagas: Iman Brotoseno @imanbr

Chirpstory-er: @inidanoe

#indonesia

#G30SPKI

#30 September 2012

#imanbr

mimpi besarku

Aku selalu menginginkannya.

rumah teduh dan hangat. tidak perlu besar. ada beberapa pohon dan semak berbunga hasilku bercocok tanam. mungkin, bisa juga aku selipkan tanaman obat dan sayuran segar.

Aku selalu menginginkannya.

rumah dengan ornamen kayu, beberapa ruangan kayu bercat putih. lukisan bebas. musik klasik ataupun jazz yang mengalun. rak-rak buku dan ruang baca yang nyaman lengkap dengan jendela besar menghadap kebun kecil.

sumber foto: pinterest

Aku selalu menginginkannya.

bila anak-anakku besar nanti, mereka akan belajar memahami sesamanya mulai dari rumah.

Aku selalu menginginkannya.

mimpi ini dapat terwujud.

ttd.

calon ibu yang menginginkan anak-anaknya menghargai sastra, musik, bahasa, dan budaya, bukan kekayaan semata

1 note

#mine

#dream

#words

someday I’ll wish upon a star and wake up where the clouds are far behind me
…
when troubles melts like lemon drops :*

someday I’ll wish upon a star and wake up where the clouds are far behind me

when troubles melts like lemon drops :*

(via tonsofphotographyxox)

9,184 notes

#words

#photograhy

Page 4 of 22

‹ Previous

2

3

4

5

6

Next ›